TIK Memperlancar Arus Informasi Di Desa Pemepek

Lalu Naprihadi – Operator Desa Pemepek”

Desa Pemepek memiliki wilayah yang cukup luas. Terdapat 16 dusun dengan wilayahnya yang cukup berjauhan antara dusun satu ke dusun lainnya. Hal tersebut tentu menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi masyarakat yang ingin mengakses informasi dan layanan publik ke pemerintah desa.

Namun sejak difasilitasi satu unit Tab oleh PKBI NTB melalui Power Up, setiap informasi yang ada di desa baik informasi soal anggaran pembangunan dan kegiatan lainnya kini bisa dengan mudah diakses. Kepala Desa Pemepek saat ini memang menjadikan transparansi sebagai visi-misi beliau, sehingga ini seperti gayung bersambut.

Beberapa perubahan setelah adanya Tab dari Power Up ini adalah kami mulai mencantumkan nomor Whatsapp Bussiness desa pada kop surat desa. Kami juga terus mensosialisasikan nomor Whatsapp ini dengan tujuan agar masyarakat yang membutuhkan informasi semisal syarat-syarat pengurusan surat kependudukan tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor desa, cukup melalui nomor Whatsapp itu saja.

Selain itu kami juga mulai mengaktifkan Akun Facebook Desa, dan setelah adanya pelatihan di Desember lalu tentang sosial media, kami juga mulai membuat Fanpagenya. Saya juga merasa dapat lebih membuat caption yang menarik untuk Fanpage desa. Tanggapan-tanggapan dari komentar warga di facebook kami usahakan menggunakan bahasa santai namun tetap informatif.

Meskipun kami baru membuat fanpage, tapi sebenarnya desa telah memiliki akun Facebook sejak lama, hanya saja susah untuk selalu aktif, karena hanya bisa login di laptop kantor saja, sedangkan HP kami sendiri sudah terlogin akun fb kami pribadi. Sekarang fb desa bisa lebih aktif menanggapi komentar warga dengan adanya Tab ini.

Perubahan dalam hal pemanfaatan teknologi yang paling saya rasakan bermakna adalah bagaimana desa dan warga memanfaatkan media facebook untuk berkomunikasi dan menjadi media keluhan serta saran. Setelah bisa sering aktif di facebook, saya sering menerima keluhan atau pertanyaan warga desa melalui messenger fb. Jika itu berupa pertanyaan atau permintaan informasi, biasanya akan saya konsultasikan pada Kaur berwenang di desa terlebih dahulu sebelum membalasnya. Tapi jika ada informasi yang tidak bisa melalui saya, maka biasanya akan saya arahkan untuk menghubungi Kaur tersebut.

Para staf desa juga mulai seringĀ  memberikan tugas pada saya untuk memposting informasi desa yang terbaru, seperti yang terhangat saat ini mengenai sensus online, itu kami share di fanpage desa. Dan juga sekarang kalau saya kurang update di facebook, saya akan ditanyain oleh Kaur Pemerintahan yang kebetulan ikut bersama saya di Pelatihan Sosial Media oleh Power Up sebelumnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *