Narasumber : Dian Safitri (Ketua Kaukus Desa Praimeke)

Menjadi bagian dari kaukus perempuan dipercaya sebagai ketua, Ibu Dian Safitri seperti mendapat kekuatan baru untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan di desa. Untuk itu, ia semakin gencar mencari  dan memahami informasi mengenai proses perencanaan pembangunan di desa, salah satunya dengan mengakses video edukasi perencanaan pembangunan desa. Termasuk mendekatkan diri ke pemerintah desa untuk mendapatkan informasi pembangunan desa. Ia mempelajari itu agar dapat berkontribusi langsung dalam proses perencanaan pembangunan desa dan menyampaikan aspirasi dan kebutuhan perempuan lainnya.

Dalam kesehariannya, Ibu Dian melalui kaukus membuka ruang diskusi bagi kelompok perempuan di desanya untuk dapat mengetahui kondisi dan kebutuhan perempuan yang ada di desa. Kelompok perempuan seperti PKK, Kader Posyandu, kelompok KWT hingga guru PAUD turut ia jangkau dan libatkan. Hingga ditemukan perhatian yang sama mengenai kelangsungan hidup perempuan dengan status janda di desanya. Mereka melihat, kebutuhan ekonomi untuk menghidupi anak.anaknya perlu mendapatkan ruang dan bekal keterampilan. Karena bagaimana pun akan berdampak pula pada kondisi kesehatan terutama bagi anak nya yang masih bayi/balita. Hal ini terus ia sampaikan dalam kesempatannya mengunjungi pemerintah desa. Bahkan menjembatani masyarakat lain dalam mengakses layanan kependudukan dan lain sebagainya di desa. Sehingga, pemerintah desa semakin familiar dengan keberadaan dan peran Ibu Dian.

Di tahun 2018, Ibu Dian mulai turut terlibat dalam kegiatan-kegiatan di desa hingga proses perencanaan pembangunan di desa. Sebuah kesempatan besar untuk mengupayakan aspirasi perempuan untuk digalakkan masuk sebagai perencanaan pembangunan desa. Tidak lupa pula, ia turut mengajak perempuan lainnya dapat bersama-sama berpartisipasi dalam proses perencanaan pembangunan di desa. ‘semakin banyak perempuan yang terlibat, semakin banyak suara kami dan itu menguatkan kami dalam bersaing untuk pemenuhan kebutuhan kami perempuan,” tegasnya. Baginya, saat ini mereka sudah cukup puas bahwa perempuan mulai dilibatkan dalam proses pembangunan desa.

Melalui kaukus yang merupakan perwakilan dari berbagai kelompok, ia pun berbagi informasi  dan menggali informasi mengenai kondisi dan kebutuhan perempuan. Dan melalui kesempatan ini, Ibu Dian mampu memasukkan usulan kegiatan pemberdayaan perempuan untuk ekonomi bagi kelompok perempuan berstatus janda dengan kegiatan Kelompok Koperasi Usaha Bersama (KUBE) yang masuk ke dalam penganggaran melalui BUMDes. Ia pun merencanakan KUBE ini juga sebagai model koperasi simpan pinjam atau tabungan bersama.

Melihat antusiasme kelompok perempuan, pemerintah desa memperkuat pengelolaan dan peruntukan BUMDes. selain itu juga, terbangun kolaborasi dengan PKK dalam mendorong kelompok KUBE dan masyarakat lainnya sadar akan kesehatan lingkungan dan perilaku hidup bersih melalui program Bank Sampah. Kolaborasi ini meluas dengan pelibatan kader Posyandu dalam upaya ketersediaan makanan sehat untuk makanan tambahan bagi bayi balita. Sehingga pengadaan PMT bagi bayi/balita dapat bekerjasama pengadaan melalui KUBE yang mengolah makanan jajanan.

Pada Tahun 2019, pemerintah desa memilih Ibu Dian sebagai anggota Tim Penyusun RKPDes dan mempercayakan posisi Bendahara di BUMDes. Dan hingga saat ini, telah berdiri 3 KUBE dengan produk meliputi bahan pokok, makanan jajanan, dan kerajinan lainnya.