PERAN AKTIF PEREMPUAN ZAMAN NOW DALAM MEMBANGUN DESA

Marlan (Kepala Desa Pemepek)

“Menjadi kepala desa berarti menjadi pelayan masyarakat, seperti kata Menteri Keuangan, ‘Dana Desa dititipkan untuk masyarakat bukan untuk kepala desa’, sehingga pada setiap rapat atau kegiatan desa pasti akan disampaikan kepada masyarakat agar ikut mengontrol setiap proses perencanaan dan pembangunan di desa”, tutur Bapak Marlan mengawali pembicaraan di Kantor Desa Pemepek. Lebih lanjut Kepala Desa juga menyampaikan bahwa pentingnya kontrol masyarakat untuk memaksimalkan kerja Pemerintah Desa. Dengan harapan bahwa apa yang dikerjakan semata-mata untuk perbaikan pelayanan masyarakat yang lebih baik.

Bapak Marlan adalah warga asli Desa Pemepek yang selama 17 tahun menjadi staf desa. Dan di akhir tahun 2018 terpilih menjadi Kepala Desa Pemepek. Sehingga bisa dikatakan Bapak Marlan sudah sangat tahu terkait dengan keadaan desa. Berbicara mengenai transparansi informasi, Bapak Kades ikut dalam setiap Grup WhatsApp yang ada di desanya. Mulai dari Grup WA Kaukus Perempuan, Forum Komunikasi Masyarakat Desa, Pumdes, Semeton Lombok, serta PKK. Melalui kemajuan teknologi ini justru dimanfaatkan oleh Kades untuk menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang ada di Pemerintah Desa. Melalui WA grup juga Bapak Marlan mengaku menjadi lebih dekat dengan masyarakat. Menjadi tahu kegiatan yang dilakukan oleh warganya, serta apa yang menjadi keluhan warganya. WA grup ini dijadikan sebagai alat kontrol oleh kepala desa.

Kehadiran Kaukus Perempuan di Desa Pemepek sangat membantu Pemerintah Desa. Setelah adanya Kaukus Perempuan tingkat partisipasi perempuan dalam setiap kegiatan mulai meningkat, yang tadinya hanya bisa dihitung dan itu-itu saja yang hadir. Tetapi setelah adanya Kaukus, partisipasi perempuan menjadi sangat meningkat. Bahkan pada setiap kegiatan peserta perempuan semakin bertambah. Dengan kesadaran partisipasi ini membuat pemerintah desa menjadi tahu apa yang didibutuhkan oleh perempuan di desa. Usulan-usulan Kaukus juga sudah banyak yang masuk ke RPJMDes. Seperti perbaikan 2 Polindes, lalu ketersediaan air bersih dan lain-lain. bahkan di desa Pemepek sudah memiliki ambulance desa yang bisa digunakan oleh warga. Bukan hanya untuk ibu hamil tapi juga untuk hal kesehatan yang lain. tentunya hal ini juga berkat peran serta kaukus perempuan yang selalu membawa usulannya dengan sangat rinci.

Kehadiran Kaukus juga dirasa meringankan pekerjaan Pemerintah desa, karena semua program desa disampaikan oleh kaukus dan kaukus menyebarluaskan informasi tersebut ke masyarakat. Ketika pembentukan Kaukus pertama kali Kades dan staf desa beranggapan bahwa Kaukus ini akan menjadi ancaman bagi kaum laki-laki terutama bapak-bapak. Ternyata setelah melihat proses dan progres yang diberikan Kaukus kepada Pemerintah Desa justru sekarang Pemerintah Desa sangat mendukung dan mengandalkan Kaukus. Dengan adanya Kaukus yang dulunya hanya mementingkan kebutuhan kelompoknya saja kini melalui Kaukus sebagai wadah perkumpulan membuat para kelompok-kelompok ini memiliki tujuan yang sama untuk membangun Desa yang lebih baik.

Setelah adanya Kaukus ini juga dirasakan oleh salah satu staf Desa yakni Bapak Dede yang juga sebagai admin Facebook Desa dan WhatApp Bisnis. Kehadiran Kaukus ini juga membuat transparansi informasi desa semakin terbuka. Setiap ada kegiatan Bapak Dede memanfaatkan Facebook untuk menyebarkan informasi mengenai kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah agar warga desa tahu. Selain itu Bapak Dede juga memanfaatkan WB sebagai wadah untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Misalnya jika warga ingin mengetahui tetang persyaratan surat izin usaha cukup melalui WB Desa dengan cara cukup mengirim pesan pribadi ke WB desa. Hal ini sangat efektif, karena setiap mengirim pesan akan langsung direspon atau seperti pesan pembuka, misalnya “Terima Kasih telah menghubungi layanan informasi masyarakat….”. Sehingga, membuat masyarakat merasa dihargai dan tidak canggung dalam menayakan apa saja informasi yang dibutuhkan.

Harapan Kepala Desa kedepannya bukan hanya untuk Kaukus Perempuan tetapi seluruh masyarakat agar mengontrol kerja dari Pemerintah Desa. Dengan kontrol masyarakat dan kesadaran masyarakat dapat membantu meningkatkan perekonomian, pendidikan, dan kesehatan masyarakat. Membangun desa impian tentu tidak mudah, namun dengan adanya kerjasama yang baik antara Pemerintah Desa dengan masyarakat secara perlahan-lahan semoga kedepannya bisa menjadi desa yang makmur dan sejahtera.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *