Narasumber : Isnaini (Ketua Kaukus)

Pada saat Power Up hadir di Desa Sepakek, beliau menganggap hanya kegiatan biasa saja. Seiring berjalannya waktu, dengan berbagai pengetahuan yang didapat dari kegiatan Power Up, beliau merasa sangat terbantukan terutama masalah penganggaran di desa dimana beliau juga merupakan ketua kaukus. Dengan amanah yang diberikan itu, beliau selalu mensupport kegiatan di desa, namun tidak jarang beliau juga mengkritik kebijakan-kebijakan desa yang dianggap tidak sesuai. Kini dengan berbagai ilmu dan pengalaman yang dimiliki melalui kaukus beliau mengajak seluruh perempuan di desa untuk berpartisipasi dan mendukung desa dalam kegiatan apapun.

Sebelum ada Power Up, beliau adalah anggota PKK dan juga KWT di desa. Namun, PKK saat itu tidak ada kegiatan. Saat ini, beliau dikenal sebagai wanita penggerak partisipasi, dalam arti bahwa ia selalu mendorong anggotanya melakukan perubahan. Pada saat Power Up ini berjalan, salah satu anggotanya terpilih sebagai anggota BPD, yang awalnya tidak ada keberanian sedikitpun untuk mengambil peran legislatif di desa, namun beliau terus memberikan dorongan agar keterwakilan perempuan lebih bertaring dalam system pemerintahan. Selain itu juga, pada setiap kegiatan hari besar, meskipun tidak ada dana dari desa, beliau tetap mengajak untuk membuat kegiatan dengan bergontong royong dan urunan baik kaukus maupun masyarakat secara umum.

Beliau juga dikenal sebagai perempuan kritis di era kepemimpinan kades dua periode ini. Saat pemilihan ketua KPM Desa Sepakek lalu, beliau hadir dan heran karena saat itu ketua KPMnya sudah terpilih. Dengan adanya informasi yang didapatkan dari WA GRUP, beliau melihat dan membaca persyaratan menjadi ketua. Ia menilaiĀ ada kejanggalan dengan persyaratan tersebut, beliau pun langsung menginterupsi memberikan pendapatnya terkait ketua KPM sesuai dengan persyaratan yang ada. Akhirnya dengan berbagai macam pertimbangan, dilakukan lagi musyawarah ulang untuk pemilihan ketua KPM.

Beliau sosok yang berpikir dulu sebelum bertindak, beliau terus menelurkan gelora semangat pada perempuan di Sepakek bahwa perempuan harus bisa membuktikan dirinya tidak hanya jago berkumpul dengan kata kata, namun bisa dibuktikan dengan karya-karya.