“Momentum perubahan memang menjadi satu harapan banyak pihak di semua tempat, namun hal tersebut akan menjadi mimpi yang hampa tanpa ada gerakan kesadaran dan partisipasi serta pelibatan perempuan dalam setiap kegiatan. Dan perubahan itu harus dimulai dari akar rumput.”

Begitulah ungkap para anggota kaukus yang juga adalah anggota PKK ini. Pada kepemimpinan kepala desa sebelumnya dan sebelum ada program Power Up ini, PKK Desa Taman Indah tidak aktif meskipun mendapat alokasi dana dari desa. Selain itu, keberadaan dan keterlibatan perempuan di desa hanya melalui PKK saja, itupun terkesan ekslusif dan sedikit monoton.

Pemilihan kepala desa selanjutnya yang juga adalah awal  masuknya Power Up di Desa Taman Indah seolah membawa angin segar bagi kelompok-kelompok perempuan lain yang kemudian bergabung membentuk kaukus perempuan. Kepala desa yang baru sangat memberikan apresiasi serta mendukung penuh  kegiatan kaukus, apalagi dengan ikutnya Ibu Kepala Desa dalam struktur kepengurusan kaukus. Menurutnya, hadirnya kaukus membuat pemahaman tentang desa menjadi bertambah dan  mendorong perempuan untuk berpartisipasi dan berkarya.

PKK, yang hampir semua anggotanya juga adalah anggota kaukus, pun akhirnya rutin melakukan kegitan dari yang sebelumnya mati suri. Jumlah anggota PKK saat ini bertambah menjadi  29 orang yang terdiri dari perempuan di masing-masing dusun. Sejak Power Up intens memberikan informasi melalui pendampingan di desa berdampak positif pada rutinnya PKK melakukan pertemuan, yakni sebanyak 2 kali sebulan. Berbagai macam kegiatan yang dilakukan PKK, diantaranya pelatihan pembuatan pupuk, pembuatan kerajinan dengan kain perca, dan kegiatan-kegiatan lain yang biasanya terinspirasi dari social-social media. Adapun support dari desa berupa anggaran desa yang awalnya untuk PKK sekitar 7 juta dan kini naik menjadi 17 jutaan.

Salah satu anggota kaukus yang juga adalah kepala sekolah SMK Bangun Bangsa juga menerangkan bahwa setelah perempuan-perempuan di desa menjadi anggota kaukus, banyak inovasi pikiran yang dulunya tidak tahu apa itu anggaran pembangunan desa dan lainnya, kini hal tersebut bukan menjadi milik sebagian orang  di lingkup pemerintah desa saja, namun keberadaan kelompok perempuan justru menambah instrument dan kekuatan desa menuju desa yang berkemajuan lewat partisipasi kaukus.

Selain itu juga di tambahkan bahwa sejak Power Up mengenalkan kami banyak informasi berbasis tekhnologi, kami pun bisa bertukar informasi dengan kelompok-kelompok yang ada. Juga mendapatkan informasi dengan mudah seperti misalnya 26 Daya Kelin yang sebelumnya kami tidak pernah tahu sekarang kami jadi tahu dan ingin memberitahu yang lain lewat media social yang kami miliki baik secara pribadi maupun akun kelompok.