Lahir Kembalinya KWT Mekar Harum Desa Pemepek

Ketua & Anggota Kaukus Cendana

Kelompok KWT Mekar Harum sebenarnya sudah lama dibentuk. Namun karena kurangnya pengalaman dan pengetahuan kami, maka KWT ini seolah mati suri, tidak pernah berkegiatan lagi. Pada waktu terbentuknya KWT ini, saya hanya sebagai anggota. Di samping saya sebagai anggota KWT, saya juga bekerja sebagai guru PAUD, kader posyandu dan juga anggota PKK di Desa Pemepek. Dikarenakan sebagai kader posyandu dan anggota PKK, saya sering diundang oleh pemerintah desa untuk ikut terlibat dalam musyawarah-musyawarah desa sebagai perwakilan. Walaupun demikian, kami hanya duduk untuk mendengar, bertugas menyediakan konsumsi, mengisi absensi dengan tujuan mendapatkan trasnport. Kami perempuan-perempuan yang diundang tidak pernah berani bersuara untuk menyampaikan kebutuhan-kebuthan kami.

Namun alhamdulillah semenjak adanya program POWER UP yang membina  kami, semua perempuan –perempuan dari berbagai golongan, entah itu dari PKK, KWT, guru, kader, bidan dan lain-lain yang tergabung dalam kelompok Kaukus SRIKANDI Desa Pemepek kami memiliki keberanian untuk bersuara sedikit demi sedikit. Bukan hanya itu, kami sekarang mendapatkan perhatian lebih oleh pemerintah desa. Di setiap musyawarah, kami selalu diundang dan diberikan ruang untuk menyampaikan kebutuhan-kebtuhan kami. Dan pada akhirya hampir semua dari usuln-usulan kami masuk di dalam dokumen RPJMDes, bukan hanya di bidang  pemberdayaan namun juga di bidang fisik. Terlebih lagi sekarang Pemdes Pemepek sangat trasnsparan terhadap apapun itu dan selalu melibatkan kami dari kaum perempuan.

Dengan modal keberanian hasil pelatihan-pelatihan di Power Up  saya mulai membuat Kelompok Muslimat, tapi untuk membuat kelompok ini tidak semudah yang saya pikirkan.Tidak Semua merespon dengan baik, ketika saya mengajak orang-orang untuk bergabun. Namun saya tidak patah semangat, saya terus mengajak walaupun saya sering mendapatkan penolakan. Pada akhirnya, saya mendatangi Pak Kepala Dusun Repok Pidendang dan penghulu untuk mengadakan kegiatan di masjid dusun kami dengan tujuan untuk menarik perhatian masyarakat. Alhamdulilah maka diadakanlah Santunan Anak Yatim Sedesa Pemepek yang dihadiri oleh Kelompok Hizbullah, Muslimat Sedesa Pemepek dengan total undangan 500 orang. Pada saat pelaksanaan kegiatan pertama ini hanya beberpa dari kelompok muslimat kami yang mau membantu dan tidak lepas dari bantuan tokoh agama dan masyarakat. Semenjak inilah satu persatu masyarakat mendaftarkan diri untuk masuk ke kelompok kami.

Setiap minggu, setiap bulan kami berusaha untuk selalu melaksanakan kegiatan dan itu membutuhkan biaya. Akhirnya, saya mulai berpikir bagaimana supaya Kelompok Muslimat ini tetap jalan tanpa membebani jama’ah untuk iuran dan juga saya ingin membuat suatu kegiatan untuk membantu perekonomian masyarakat. Saya pun terpikirkan tentang KWT mekar Harum yang sejak awal sudah terbentuk, bagaiamana jika saya menghidupkannya kembali sebagai wadah tempat berkumpul.

Dengan modal pengetahuan yang diberikan oleh POWER UP terkait bagaimana caranya kami dapat mengusulkan akan hak dan kebutuhan kami, sehingga pada waktu itu itu saya minta kepada pemerintah Desa untuk membina kami dan alhamdulillah lembaga dari Berugak DESA siap membina. Hanya saja waktu itu Ibu Ketua KWT mekar Harum banyak sekali kesibukannya, sehingga beliau tidak siap untuk melanjutkan KWT ini. Sehingga beliau menyerahkan kepada saya mandate sebagai ketua dan melanjutkan kegiatan KWT Mekar Harum.

Bermodal keinginan dan keberanian, saya pun mulai membentuk kepengurusan baru dimana anggota-anggotanya saya ambil dari Kelompok Muslimat. Setelah terbentuk, kami sepakat untuk mengeluarkan iuran pokok sebesar Rp. 200.000. uang modal inilah yang kami jadikan sebagai usaha bersama dengan membeli kebutuhan pokok untuk dijual dan saat itu mendapat keuntungan Rp. 100.000/bulan. Keuntungan ini kemudian kami bagi bersama.

Selain usaha sembako, kami juga memproduksi kopi rarung, sambal daun limau, abon papaya, dan tas. Banyak dari masyarakat luar kemudian memsan produk kami. Alhamdulillah hingga saat ini, kami sudah memiliki modal usaha sebanyak Rp. 12.000.000

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *