Pelatihan Manajemen Klinis Penyintas Perkosaan Pada Situasi Bencana Bagi Relawan Tenaga Medis

Situasi krisis yang di alami NTB khususnya pulau Lombok meningkatkan kerentanan Perempuan dan Anak untuk terpapar kekerasan. Selama bulan Agustus 2018 saja sudah terlaporkan 3 kekerasan seksual di Pengungsian kabupaten Lombok Utara. Penanganan kasus pasca pelaporan sangat terbatas dan tidak komprehensif, terutama dalam penanganan medis. Lumpuhnya pelayanan public dan minimnya tenaga medis yang terlatih mengakibatkan lambatnya proses penanganan kasus kekerasan disituasi bencana.

 

Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 21-22 September 2018. Kegiatan ini bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Relawan Tenaga Medis mengenai Menejemen Klinis Penyintas Pemerkosaan pada Situasi Krisis. Hasil kegiatan ini terdapat 3 orang Dokter dan 9 orang Bidan terlatih dan siap bertugas. Relaan medis telah terlatih tentang  Persiapan layanan perawatan medis, Pemeriksaan fisik, Visum hingga Konseling dalam situasi bencana. Dengan menekankan prinsip-prinsip pelayanan meliputi Aman; Kerahasiaan, Respect, dan Non-Diskriminasi.

 

Adapun rincian dokter dan bidan terlatih :

No. Dokter Bidan
1 dr. Siti Nurhasanah Sugiyarti
2 dr. Kerisfi Megah Sri Utami
3 dr. Yulastri Muliana Titiq Hermiyati
4 Saidatun
5 Fitria Nurhastuti
6 Elmi Widiana
7 Marianah Handawati
8 Wardani
9 Hadiatun Hasnani

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *