Gawe Bajang Becerite

Membangun komitmen kemitraan untuk mendukung pemerintah daerah melakukan gerak bersama dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Nusa Tenggara Barat. Setelah gempa bumi pada bulan agustus 2018, semua sumber daya dan fokus pemerintah daerah untuk merespon pasca bencana. Namun, perlu diketahui bersama bahwa dalam situasi bencana menjadi semakin rentan terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan ini merupakan hal penting yang harus ditanggapi segera. Saat ini, perkawinan usia anak menjadi fokus, yang merupakan salah satu konsen/perhatian pemerintah dari sebelum gempa. Upaya yang dilakukan mendorong terbentuknya kebijakan terkait perkawinan usia anak dengan menunjukkan pencapaian kaum muda dalam pencegahan perkawinan usia anak di Lombok Barat.

Gawe Bajang Becerite merupakan ajang Festival Aksi Remaja dalam upaya Pencegahan Perkawinan Usia Anak. Melalui kegiatan ini, akan memperlihatkan apa saja yang telah diupayakan atau dilakukan remaja dan kaum muda dalam mendukung Gerakan Anti Merariq Kodek dan Pendewasaan Usia Perkawinan. Mereka menunjukkan bahwa remaja dan kaum muda bukan sepenuhnya menjadi objek, melainkan mereka juga subjek dalam kerja-kerja pembangunan daerah maupun desa.

Kegiatan ini telah terlaksana pada tanggal 14 Desember 2018 di Taman Kota Giri Menang, Lombok Barat. Terselenggaranya kegiatan ini atas kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah daerah Lombok Barat, Distric Working Group dan kelompok remaja dan pemuda di Lombok Barat yang bergerak pada isu pencegahan perkawinan usia anak. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Lounching Buku Petunjuk Gerakan Anti MerariQ Kodek (GAMAK) oleh Bupati Lombok Barat; Pengesahan Peraturan Bupati tentang Pencegahan Perkawinan Usia Anak (GMAK); dan Penandatanganan Petisi komitment Penyusunan Peraturan Daerah tentang Pencegahan Perkawinan Usia Anak oleh Bupati, Ketua Komisi IV DPRD dan Tokoh Pemuda, sebagai wujud keseriusan dalam Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Lombok Barat. Partisipan dari kelompok remaja dan pemuda se-Lombok Barat melakukan Longmarch di kawasan pemerintahan dengan berbagai atribut untuk menyerukan gerakan bersama dalam pencegahan perkawinan usia anak.

Terlibat lebih dari 500 kaum muda atau remaja/pemuda dan berpartisipasi dalam aksi gawe bajang dengan berbagai kreatifitas yang ditampilkan. Kurang lebih 100 kelompok dewasa dari SKPD, NGO, dan Dewan Seni Lomok Barat, menyaksikan dan terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Selain itu juga terdapat media di NTB terlibat aktif dalam menyebarluaskan berita baik dari Gawe Bajang Becerite Lombok Barat, dan Siaran langsung dari stasiun TV Lokal yaitu Lombok Post TV.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *